@CINTANOMETER
CINTANOMETER
Grow Old With You…
Masih belum puas merumput dengan butiran peluh, masih belum
lelah bergulat dengan sebidang rumput sintetis, masih belum bisa mengobati
kerinduan akan sosoknya, memilih menikmati takikardi, memilih mengerang
kesakitan akan benturan yang berbuntut hematom1,
memilih comotio2 akibat
tandukan lawan, sebenarnya sekaligus latihan nafas untuk Diza, sebentar lagi
dokter muda ini harus membawakan 12 lagu berturut-turut pada acara pernikahan kakak
dari Sahabat Diza sejak SMU, lebih tepatnya mantan pacar Diza semasa kuliah,
walau Nanda dan Diza sudah bubaran hubungan mereka tetap baik setelah memilih
berdamai dengan kenyataan bahwa mereka tidak bisa hidup bersama, Diza sebaiknya kita mengalah pada tubuh kita
Diz tutur Gaza, masih belum cukup lelah neh Gaz, apalagi sebelum main gue dah
sholat isya dulu…jangan memaksakan diri Diz, kali ini dengan intonasi tinggi
sambil melempar sekaleng Pocari Sweat minuman kesukaan mereka, cedera ligamenmu
itu belum sembuh benar, lagi pula Posisi aslimu itu Keeper bukan penyerang
brutal pendobrak pertahanan!!!...Itu salah pemain bertahan mereka sendiri sudah
tahu bola itu liar masih juga masang lututnya , cari mati kan
Bersama Monster Hitamnya Diza mulai ikut menjamah Aspal dingin kota, melaju angkuh dengan lantunan musik Tompi, Gaza sudah lebih dulu berbaur dengan malam, maklum dia sedang jaga di Rumah sakit dekat lapangan, hanya karena ingin menemani Diza dia rela kabur sejenak…
Kekagumanku
padamu, tak terbatas oleh waktu…
Kekagumanku
pada dirimu….
Lebih
luas dari samudera
Lebih
indah dari angkasa
Lebih
dari segalanya…(Tompi)
Entah sudah berapa lama Diza seperti terhipnotis dengan lagu itu, silih berganti bersaing dengan Selamanya Cinta D’cinnamons mengisi ruang dengarnya, merangsang kerja maksimal Vestibulocochlearisnya3, kedua lagu itu sangat mewakili perasaan Diza akan Raiya, tidak ada kemajuan yang istimewa dengan kisah mereka, namun tetap saja indah untuk Diza setidaknya setiap hari dia selalu bisa mengungkapkan perasaannya , memang sudah hampir seminggu jasad mereka tak berada dalam satu ruang dan waktu, namun frekuensi gelombang dan irama jantung Diza tidak berubah, masih pada garis yang sama, masih pada kolom partitur yg senada, yah masih pada resonansi Jatuh Cinta setiap hari ala Diza…Bulan belum terlihat lelah sepertinya masih sempat untuk menikmati malam di 21Cinema, seperti biasa dua karcis untuk sendiri, menikmati Cintapuccino dengan sempurna, lengkap dengan mengakhiri hari ini di Black Canyon bersama secangkir Ancient Coffee4…
Diza!!!pekik
Nanda yg bernada histeris setelah menikmati suksesnya Diza membawakan lagu2
Romantis pada pernikahan abangnya,...Indah banget Diz , makasih ya para tamu
sangat menikmati suara indahmu Diz,…(sial kamu cantik banget malam ini Nanda) aaahhh
biasa aja kali, hanya karena sesuai dengan suasana hatiku saja lah,…oh iya yah
serasa nyanyi didepan Raiya yah tutur Nanda dengan raut sedikit memaksa
tersenyum, Diza hanya bisa tersenyum tumpul menjaga perasaan Nanda…Gue makan dulu yah Nan laper nih (maaf Nan
gue juga harus jaga hati gue untuk Raiya),…ohhh iya sampe lupa, mama dah
nungguin kamu di meja keluarga, kangen pengen ketemu kamu katanya, semasa
Diza dan Nanda masih pacaran Diza sangat dekat dengan Mama Nanda. Oh mama kamu dah nyiapain aku makanan dong
Nan
I wanna make you smile
When
ever you sad
Carry
you around
When
your Arthtritis is Bad
All
i Wanna do…
Is
Grow Old with You…(Adam Sandler-OST 50 First Date)
Lagu yang sangat sederhana namun layaknya hasil kloning karakter Diza yang ingin membahagiakan Raiya setiap harinya. Sesaat setelah acara selesai Diza langsung menelpon Raiya mengabarkan suksesnya Diza dalam bersenandung cinta di Acara malam itu…iya nih Raiy para undangan sampai terbawa suasana loh, seakan2 mereka sedang nonton konser gitu(andai kau ada disini Raiy)…Wah hebat, selamat yah Diz…(itu berkat kamu kok Raiy), bisik Diza dalam rindunya, Iya Raiy, tapi satu lagu kutujukan langsung untukmu, sambil menyanyikan bagian inti dari lagu itu…Raiya memang tidak begitu menikmati pembicaraan mereka, terkurung dengan bingung bersama tumpukan kewajiban bertaut dengan sindrom ujian yang mulai menggerogoti aktivitasnya, namun sekali lagi merdunya suara Diza saat menyanyikan lagu itu meski Via telepon membuatnya berada pada level 40 hertz, kembali menyadarkan Raiya akan besarnya Cinta Diza padanya, beberapa jam setelah Diza menutup komunikasi dua arah dengannya, Raiya kemudian mengirim sms ke Diza…
inbox
From:
Raiyaku
Selamat
yah Diz, maaf tidak begitu menyimak pembicaraan kita, tapi sepertinya luar
biasa…makasih yah Diz
Out
Box
To:Raiyaku
Terima
kasih menyempatkan diri mendengarkan Kebahagiaanku, terima kasih selalu menjadi
pemberi warna dalam hidupku…tidak peduli sebesar apa tanggapanmu tentang
Cintaku, paling tidak kau tahu itu ada dan hati ini selalu terjaga untukmu…Selalu
Menjagamu InsyaALLAH…disisa waktuku…
Send
failed/03:17/resend- 03:19.
Hampir tidak ada kata yang tidak dihirup Diza dalam setiap pembicaraanya dengan Raiya, hampir tidak ada satu detikpun yang dibiarkan menguap oleh Diza saat menatap Raiya, dan hampir tidak ada satu penyesalanpun yang dialami Diza sejak mencintai Raiya, Cinta Diza pada Raiya memang belum atau bahkan tidak akan berbalas, tapi yang menjadi indah dalam kisahnya adalah Kadar Cinta Diza yang tetap saja sama setiap harinya, tetap tulus dan ikhlas…Cinta sejatikah namanya???, saat ini hanya bisa dirasakan , dan hanya akan di ketahui di akhir dari kisah mereka…
Selayaknya kisah Adam Sandler dalam 50 first Date, merubah kebiasaan dengan kebiasaan, membuat Drew jatuh cinta setiap hari dengan cara yang berbeda setiap harinya, atau seperti Love Actualy dalam satu penggalannya tentang Cinta seorang pria pada istri sahabatnya, atau Sir Lancelot yang Juga Cinta pada Guenevere ,Ratu dari King Arthur penguasa Camelot ,namun Lancelot rela mengubur rasa itu untuk kebahagiaan Guenevere intinya adalah kebahagiaan orang yang kita Cintai…mungkinkah itu pencapaian tertinggi terhadap kadar Cinta…Sambil menyeruput tegukan terakhir Kopi arabicanya Diza kemudian merebahkan tubuhnya, menyerah pada lelahnya, mematungkan sesaat rindunya…Selamanya Cinta oleh Yana Julio menuntunnya melebur bersama Malam…
Akan
kuberikan seutuhnya…
Rasa
cintaku….Selamanya…
Selamanya…Selamanya,
Selamanya…
( Yana

masih akan ada episode-episode Cintanometer selanjutnya kan..?!
Posted by: 'nDRIE | October 3, 2007 02:57 PM
Nantikan Kisah selanjutnya...
Posted by: Buffonk | October 6, 2007 11:39 PM
azyzazazazazazah...... heba'tongko dih buat nopel....buatkan dule nopel buat saya. judulna "Gagal Menggagahi", alah...
Posted by: Rahadi | October 7, 2007 07:57 PM
Weh Rahadi gilamu...baru kau saadrikah hahahahaha...Nda tau juga jago karena apa karena induksi mungkin hahahaha
Posted by: Buffonk | October 8, 2007 12:10 AM
Weh Rahadi gilamu...baru kau saadrikah hahahahaha...Nda tau juga jago karena apa karena induksi mungkin hahahaha
Posted by: Buffonk | October 8, 2007 12:13 AM
Hmmmm seems like ada yg tersingung neehhhhh.... Hwahaha but anyway it doesn't matter, tapi kaya'nya crtmu m'hiperbolis skali deh esp "... dgn senyum yg dipaksakan..." kalo g salah ingat kata2nya bgt. Maksud lo apa???lo pikir gua msh .... ama lo??? hehe just kidding bro' (Btw ge-er bgt gue). But that's OK... Bae2 aja ama dede'nya (ini g dipaksakan lho) ini bener2 dr hati yg paling dalem hahahaha.... Ntar ta' kenalin sm cowo'ku deh yah lbh tepatnya sm kekasih gelapku saat ini hahaha biar elu kaga' ge-er lagi hehe.
Posted by: irna | October 14, 2007 08:20 AM
salah urutan posting yg kubaca hehehehe,,,
btw, pemilihan lagu2nya keren,,,,,,,,,
trus sy penasaran ma sikap 'netral' si raiya, siapakah yg akan dipilih???
huhehehehe inspiring jg nih hihihiihihih
Posted by: 'Fitra' | October 29, 2007 04:46 PM